Selamat kepada kontingen Indonesia pada Asian Games 2018 Jakarta Palembang | #banggakamigaadahabisnya
Berita DetailALL POSTS
  • Menelusuri Konsep Brilian Pendidikan Anak Bangsa

    Ki Hadjar Dewantara menjelaskan jika pendidikan sebaiknya sebaiknya mencakup aspek cipta (kognitif), rasa (afektif) dan karsa (psikomotorik).Konsep ini semakin populer di dunia pendidikan sejak diperkenalkan oleh Bloom melalui Taxonomynya. Sebenarnya kita harus bangga karena bahwa Bapak Pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara, jauh lebih awal daripada Bloom memperkenalkan tiga konsep pendidikan tersebut.

    Melalui Tamansiswa yang lahir pada tahun 1922, Bapak Pendidikan Nasional  kita telah membuat tiga konsep (cipta, rasa dan karsa) tersebut jauh lebih awal dari Bloom yang memperkenalkanya pada tahun 1956. Hal ini sangat ironis ternyata Indonesia sudah jauh-jauh hari berbicara konsep pendidikan, namun kalah populer daripada ahli pendidikan barat.

    Contoh lainnya adalah Ki Hadjar pada tahun 1930 secara terus terang dalam sebuah pidato menyampaikan pentingnya pendidikan budi pekerti. Ironisnya pendidikan budi pekerti atau moral baru marak di era tahun 2000 an. Bahkan pentingnya pendidikan budi pekerti semakin menjadi penting ketika Presiden Jokowi membawa konsep Revolusi Mental.

    Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidikan harus berdasarkan asas kebangsaan. Pendidikan harus melahirkan pribadi-pribadi Indonesia sehingga dia bisa mengenali dirinya sendiri dan bangsanya sendiri. Dari sebuah artikel pidato Ki Hadjar Dewantara yang dipresentasikan di rapat umum Tamansiswa Malang 2 Februari 1930 beliau sudah menuliskan:

    ‘Kalau ada anak muda yang lalu sombong, sampai berani mulukai perasaan orang tuanya maupun bangsanya, itulah buah pengajaran dan pendidikan yang tidak berdasarkan kebangsaan. Mereka tiada lagi jadi anak bangsa kita, pun ia tidak bisa dapat sifat-sifatnya bangsa asing yang tulen. Cuma capnya asing. Pendidikan kita harus dan hendak memberi perasaan yang penuh terhadap kepada kebangsaan.’.

    Bahkan lebih jauh Ki Hadjar Dewantara menuliskan tentang apa itu pendidikan secara barat:

    Akan dasar-dasarnya saja, disitulah sudah terdapat hal-hal ganjil. Adapun dasar-dasarnya pendidkan Barat itu: regering, tucht dan orde (perintah, hukuman dan ketertiban). Terutama dalam prakteknya didikan yang sedemikian itu lalu berlaku sebagai perkosaan atas kehidupan batin anak-anak. Apa yang jadi buahnya? Anak-anak rusak budi pekertinya disebabkan selalu di bawah paksaan dan hukuman. … Kalau kita meniru saja cara semacam itu, tiadalah kita akan membentuk orang yang punya kepribadian.

    Tulisan sederhana ini mengajak pembaca semua untuk menyadari bahwa tidak sedikit orang Indonesia yang memiliki pemikiran dunia pendidikan yang hebat dan brilian. Ironis sekali karena pikiran hebat mereka kurang dihargai. Kita lebih bangga menunjukan teori-teori pendidikan modern, padahal teori modern tersebut justru telah menjadi sesuatu yang usang (baca: bukan sesuatu yang baru) karena sudah lama disinggung oleh pemikir-pemikir pendidikan di Indonesia.

    Salam Pendidikan

    sumber : http://grahabelajar.com/menelusuri-konsep-brilian-pendidikan-anak-bangsa/ 

    digital art by aryakuza (http://aryakuza.deviantart.com/art/Ki-Hajar-Dewantara-392868021)